Perempuan dan Rahim Peradaban yang Dilupakan

Namun ukuran-ukuran itu sering kali melupakan satu fondasi yang paling mendasar: nilai-nilai kemanusiaan yang pertama kali diajarkan dalam ruang paling kecil bernama keluarga. Dan di ruang itu, perempuan hampir selalu menjadi pusatnya.
Seorang anak pertama kali belajar tentang dunia dari seorang perempuan. Dari ibunya ia belajar bahasa pertama, rasa pertama, bahkan cara pertama memahami cinta.
Sebelum ia mengenal sekolah, negara, atau ideologi, ia terlebih dahulu mengenal kelembutan tangan seorang ibu. Dari sanalah manusia belajar tentang empati, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan kata lain, perempuan bukan hanya melahirkan manusia secara biologis. Ia juga melahirkan nilai-nilai yang membuat manusia tetap menjadi manusia.
Namun dalam sistem sosial yang patriarkal, kontribusi besar itu sering kali tidak dianggap sebagai kekuatan politik atau sosial.
Ia dipandang hanya sebagai tugas domestik yang “alami”. Akibatnya, perempuan sering kali disingkirkan dari ruang-ruang pengambilan keputusan yang menentukan arah masyarakat.
Patriarki bekerja bukan hanya melalui kekuasaan formal, tetapi juga melalui cara pandang yang menormalisasi ketimpangan.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar