Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab

Ke Mana Sebaiknya Zakat Disalurkan Agar Tepat Sasaran dan Tanpa Was-Was? Ini Penjelasannya

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Lembaga seperti ini juga punya akreditasi baik dan terdaftar resmi di Kementerian Agama dan yang paling penting mereka memiliki program yang Jelas dan spesifik, misalnya zakat untuk pendidikan, kesehatan, atau modal usaha fakir miskin, sehingga Anda tahu ke mana aliran dana tersebut.

  1. Anda dapat menyalurkan langsung pada Kerabat dan Tetangga yang faqir atau miskin.

Sebab dalam fikih, prioritas penerima zakat yang paling utama setelah keluarga inti (yang tidak wajib kita nafkahi) adalah kerabat terdekat dan tetangga sekitar yang kekurangan.

Kelebihan penyaluran seperti ini adalah Anda sudah mengenal langsung kondisi ekonominya, sehingga 100% yakin bahwa mereka adalah fakir atau miskin.

Adapun Keutamaan memberi zakat kepada kerabat yang membutuhkan itu memiliki dua pahala: pahala sedekah/zakat dan pahala menyambung tali silaturahmi.

Rasulullah SAW bersabda:

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

​"Sedekah (termasuk zakat) kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua: pahala sedekah dan pahala menjalin silaturahmi." (HR. Tirmidzi & An-Nasa'i)

Namun saran Ustadz berikanlah dengan cara yang menjaga martabat mereka, misalnya dengan menitipkan dalam amplop tertutup atau menyebutnya sebagai "titipan rezeki".

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...