Hikmah Ramadan
Kayu Bakar Ramadan

Ada pula anak-anak solat sambil bermain massal di masjid selama Ramadan. Ini semacam tradisikeriangan tahunan anak-anak.
Memang sangat mengganggu bagi sebagian besar orang dewasa, meskipun orang dewasa itu dulu juga kejar-kejaran di masjid.
Karena media sosial, “perang sarung” sebagai sebuah tradisi di Jawa, pun Ramadan kali ini melanda Ternate. Sehabis solat taraweh sampai jelang tengah malam, anak-anak dengan kelompok dan “gengnya” terlibat perang sarung di jalan-jalan dan lorong-lorong.
Ada satu lagi yang unik. Tradisi Ramadan di salah satu atau beberapa kampung di Maluku Utara bahkan dilakukan sebulan sebelum Ramadan.
Ketika memasuki bulan Sya’ban, diminta atau tidak diminta oleh ibu-ibu mereka, anak-anak usia SD dan SMP berinisiatif pergi mengambil kayu bakar.Mereka menyebutnya ayol ai puasa llo ‘mengambil kayu bakar untuk aktivitas memasak dalam bulan Ramadan.’
Uniknya, kayu yang diambil dari hutan adalah pokok kayu yang masih mentah, bukan yang sudah kering. Jenis kayu pun kayu tertentu.
Calon kayu bakar itu dipotong, dikupas kulitnya, dan dibelah (bila diamternya cukup untuk dibelah) dalam satu ukuran yang pas dengan tungku perapian tradisional. Potongan dan belahannya tidak boleh asal-asalan. Harus rapi.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar