Hikmah Ramadan

Kayu Bakar Ramadan

Gufran A. Ibrahim

Ada gendang sahur, ada pula petasan dan kembang api. Beberapa waktu lalu, sekira dua puluhan tahun lalu, di Makassar, tradisi membangun orang sahur dilakukan oleh anak muda/remaja.

Dengan mengetuk-ngetuk bilah bambu sambil bernyanyi dan berseru untuk bangun, kadang memukul pagar atau sesuatu di jalan, memimbulkan suara keras yang mengagetkan.

Kalau orang jantungan bisa bahaya. Ringkasnya, gendang sahur adalah kombinasi antar nyanyi, musik, dan suara-suara riuh rendah.

Di Ternate, jelang dan pada malam lailatul qadar, ada tradisi ela-ela, menyalakan lampu teplok dan obor di depan rumah dan diarak keliling kampung.

Menjelang malam ela-ela, obor dan bambu cina atau bambu tutul dijual di beberapa tempat dalam kota. Malam puncaknya adalah malam 27 Ramadan.

Di masa lalu, ini dilakukan di kampung-kampung, dengan atau tanpa anjuran atau perintah Sultan. Sekarang ela-ela telah dihelat secara kolaboratif oleh Kesultanan Ternate dan Pemerintah Kota Ternate.

Dengan ucapan ela-ela pake jam-jam to, suba jo, suba jo yang merupakan dolanan anak-anak sambil membawa lari obor dari bambu, ela-ela kini telah menjadi agenda budaya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...