Hikmah Ramadan
Kayu Bakar Ramadan

Mungkin boleh dibilang, Indonesia paling lengkap pernak-pernik tradisi yang menyertai ibadah puasa Ramadan. Tradisi itu mulanya bersifat tempatan, lokal, untuk suatu kawasan budaya tertentu.
Tetapi perjumpaan dalam kerangka keindonesiaan, makin ke sini, tradisi Ramadan itu kemudian meluas ke bebagai wilayah di Indonesia.
Kita mulai dengan mengambil contoh ngabuburit dalam puasa orang Sunda. Kini, ngabuburit tidak lagi tradisi Ramadan urang Sunda.
Kode budaya “mengisi aktivitas sambil bersantai dengan berguyub alias ngairung sambil menunggu waktu buka puasa” kini tidak hanya diadopsi oleh komunitas lain.
Tetapi juga telah merambah ke kosmopolit warga urban dengan beragam modifikasi keguyubannya. Ia telah menjadi tirakat leha-leha dan hangout warga urban dari tekanan pekerjaan orang-orang urban.
Dulu, di beberapa teritori tradisional kampung (di) Indonesia, kita menemukan mariambulu atau meriam bambu di bulan Ramadan.
Dengan riang gembira meriam bambu diletupkan anak-anak pagi dan petang, bahkan malam hari setelah solat taraweh. Begitu Ramadan berakhir, meriam bampu pun pergi.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar