Board of Peace dan Dilema Politik Luar Negeri Indonesia

Tiklas Pileser Babua

Konflik antara Iran dan United States merupakan salah satu konflik paling kompleks di kawasan tersebut. Rivalitas ini melibatkan berbagai dimensi, termasuk persaingan ideologis, keamanan regional, serta kontrol terhadap jalur energi global.

Selain itu, konflik antara Israel dan Palestine terus menjadi sumber ketegangan geopolitik yang berkepanjangan.

Menurut analisis geopolitik modern, Timur Tengah telah menjadi arena kompetisi antara kekuatan global seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China (Fawcett, 2016).

Dalam konteks ini, setiap forum internasional yang berkaitan dengan perdamaian di kawasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika kekuasaan global.

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dapat dipahami sebagai upaya untuk memperkuat peran diplomasi global. Namun terdapat risiko bahwa partisipasi tersebut lebih bersifat simbolik dibandingkan strategis.

Dalam literatur hubungan internasional, fenomena ini sering disebut sebagai performative diplomacy, yaitu diplomasi yang lebih menonjolkan citra politik daripada dampak nyata.

Jika Indonesia tidak memiliki pengaruh signifikan dalam struktur pengambilan keputusan forum tersebut, maka partisipasi tersebut berpotensi menjadi sekadar simbol politik global.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...