Board of Peace dan Dilema Politik Luar Negeri Indonesia

Pandangan ini menegaskan bahwa institusi internasional sering kali berfungsi sebagai alat bagi negara kuat untuk mempertahankan pengaruh geopolitiknya.
Robert Keohane berpendapat bahwa institusi internasional dapat membantu negara mengurangi ketidakpastian dan memfasilitasi kerja sama dalam sistem internasional yang anarkis (Keohane, 1984).
Namun, para kritikus berpendapat bahwa banyak institusi internasional tetap didominasi oleh kepentingan negara kuat.
Menurut Hedley Bull, tatanan internasional terbentuk melalui interaksi antara kekuasaan negara dan norma-norma institusional yang membentuk masyarakat internasional (Bull, 1977).
Diplomasi Perdamaian dalam Politik Luar Negeri
Diplomasi perdamaian merupakan salah satu instrumen penting dalam hubungan internasional modern. Negara-negara seperti Norway dan Switzerland telah mengembangkan reputasi global sebagai mediator konflik.
Namun keberhasilan diplomasi tersebut bergantung pada berbagai faktor, termasuk legitimasi internasional, kapasitas diplomatik, dan persepsi netralitas negara mediator (Bercovitch & Jackson, 2009).
Timur Tengah merupakan salah satu kawasan paling strategis dalam politik internasional. Wilayah ini tidak hanya memiliki cadangan energi terbesar di dunia, tetapi juga menjadi arena rivalitas geopolitik antara berbagai kekuatan global.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar