Dialektika Pradigma Manusia dari Postmoderen ke POS-TRUTD

Sulfan Kiye

Mereka lebih nyaman mengutip teori barat dari pada menyelami akar budaya local masyarakatnya sendiri. Akibatnya, terjadi jarak social dan intelektual antara kaum terpelajar dan rakyat

Pentingnya paradigma berfikir untuk mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman modern. Dalam pendekatan sosiologi pun berdasarkan dealektika. Masyarakat, seprti halnya sejarah, terdiri atas dua klas; kelas Habil dan Qobil.

Sejarah tidak lain dari gerak masyarakat sepanjang jalur waktu. Karena itu suatu masyarakat adalah petilan yang berkaitan dengan sector waktu tertentu dalam sejarah.

Jika konsep waktu kita buang dari sejarah suatu kaum, maka yang tinggal ialah masyarakat kaum yang bersangkutan.

Menurut hemat saya, hanya ada dua struktur yang mungkin terdapat dalam semua masyarakat manusia, struktur kabil dan struktur habil.

Perbudakan, perhambaan, borjuasi, fiodalisme dan kapitalisme, bukan merupakan struktur struktur social, memikiran dan dealektika yang memungkinkan manusia sadar akan jati dirinya sebagai manusia. Dilihat dari berbagai Negara yang maju, sperti eropa dan Negara timur tengah lainnya dan asia.

Demikianlah dalam agama Kristen, menurut Nietzsche, moralitas budak menguasai kebudayaan barat. Penjungkir balaikan nilai-nilai yang dilakukan dalam agama Kristen itu adalah sebuah balas dendam imajiner.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...