Dalam Kebijakan Pemerintah Daerah Maluku Utara

WBTB dan Cagar Budaya

Rustam Abdul Gani

C. Penutup

Kebudayaan adalah cara berfikir, bertindak dan cara kita merasa, seorang pemikir filsafat politik Martha Nussbaum (kelahiran 1974, Filsuf terkemuka Amerika Serikat dan Profesor Hukum dan Etika diUniversitas Chicago, terkenal karena mengembangkan "Pendekatan Kapabilitas".

Untuk mengukur kesejahteraan manusia, serta kontribusinya pada studi emosi, feminisme, etika, dan filsafat Yunani/Romawi kuno),  dalam suatu seminar diIndonesia dia percaya bahwa emosi bisa dididik melalui sastra seni.

Dan ia memberikan contoh yang sangat menarik, yaitu seorang anak kecil saat diajarkan menyanyi lagu twinkle twinkle little star, sesudah itu ada kalimat how I wonder what you are wonder, dia bertanya ada apa distu ?, wonder ini dengan lagu itu kemudian si anak kecil tersebut dia melihat apapun disekitar dia.

Maka akan muncul rasa diisi dengan kognisnya (seluruh proses mental yang terjadi diotak untuk memperoleh pengetahuan dan memanipulasi informasi).

Maka kurikulum yang berbasis kultur sangat penting guna membentuk karakter dan jati diri generasi muda sejak berada pada tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah Pertama/Atas maupun Kejuruan.

Membangun ekonomi tanpa mengorbankan cagar budaya, hal pertama yang menjadi dasar yaitu Environmental sustainability (keberlanjutan lingkungan) adalah kemampuan dalam menjaga keseimbangan ekologis dengan melestarikan sumber daya alam serta melindungi lingkungan demi kesehatan manusia saat ini.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Komentar

Loading...