(Geothermal Jangan Sampai Lolos)

Gereja Ayam, Padi Ladang dan Telaga Ranu

Tiklas Pileser Babua

Padi Ladang sebagai Sistem Pengetahuan Ekologis

Tradisi padi ladang masyarakat Sahu merepresentasikan bentuk pertanian berbasis kearifan ekologis yang adaptif. Sistem ini bertumpu pada pembacaan musim, pengelolaan kesuburan tanah secara alami.

Serta pengaturan siklus lahan yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Ia bukan praktik eksploitatif, melainkan bentuk pengelolaan sumber daya yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam kerangka antropologi ekologi, praktik tersebut merupakan bagian dari indigenous knowledge system—pengetahuan yang diwariskan melalui praktik sosial, ritus adat, dan pengalaman kolektif.

Aktivitas bercocok tanam kerap diiringi simbol dan ritual yang mempertegas relasi etis antara manusia dan alam. Dengan demikian, padi ladang bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan ekspresi identitas budaya dan kesadaran ekologis masyarakat Sahu.

Telaga Ranu dan Dimensi Kosmologis

Telaga Ranu bagi masyarakat Sahu bukan hanya entitas geografis, tetapi juga ruang simbolik yang menyimpan memori kolektif.

Keyakinan masa lalu mengenai keberadaan kekuatan gaib atau penjaga alam di sekitar telaga dapat dipahami sebagai bagian dari kosmologi lokal yang menempatkan alam sebagai subjek bermakna.

Dalam perspektif sosiologi agama dan antropologi budaya, kepercayaan mistis tersebut memiliki fungsi sosial dan ekologis. Larangan adat dan narasi sakral berperan sebagai mekanisme kontrol sosial yang mencegah eksploitasi berlebihan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Komentar

Loading...