Hikmah Ramadan

Puasa dan Katarsis Politik

Djarot Saiful Hidayat

Karena itu, puasa sejatinya adalah proses katarsis pembersihan batin dari ego, ambisi tak terkendali, dan rasa memiliki yang berlebihan terhadap kekuasaan.

Ia mengembalikan manusia pada kesadaran dasar: bahwa semua yang dimiliki bersifat sementara dan harus dipertanggungjawabkan.

Tanpa dimensi spiritual seperti ini, politik mudah terperosok menjadi arena kompetisi nafsu. Dengan puasa, manusia diajak keluar dari logika “menguasai” menuju etika “mengabdi”.

Korupsi, Oligarki, dan Krisis Moral Politik

Realitas politik Indonesia menunjukkan bahwa krisis utama bukan semata kelemahan sistem, melainkan krisis pengendalian diri para pelaku kekuasaan.

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di angka 34 pada tahun 2025. Angka ini turun 3 poin dari tahun lalu, yaitu di angka 37, menempati peringkat 109 dari 180 negara. Angka tersebut menunjukkan satu fakta: masalah struktural masih kuat.

Bahkan laporan terbaru menunjukkan kecenderungan melemahnya pengawasan publik, meningkatnya praktik suap dan nepotisme, serta kekhawatiran terhadap menurunnya efektivitas mekanisme pencegahan korupsi.

Korupsi hari ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai kejahatan individual. Ia terhubung dengan fenomena yang lebih luas: oligarki.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...