Nuzulul Qur’an Menuju Lisan yang Menyejukkan: Spirit Qaulan Layyina

Nurul Zakiah

Qaulan layyina berarti pembicaraan yang lembut dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati (Siregar, 2021: 56).

Lebih jauh, ulama klasik seperti As-Suyuti dan Al-Mahalli menjelaskan bahwa qaulan layyina adalah perkataan yang sahlan lathîfa ringan, lembut, dan menyentuh hati pendengar.

Pendekatan ini lebih efektif untuk menggerakkan kesadaran daripada perkataan yang keras dan memaksa. Allah berfirman : “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha : 44).

Menurut tafsir Tafsir Ibnu Katsir, perintah ini menunjukkan bahwa bahkan kepada penguasa zalim seperti Firaun pun, Allah tetap memerintahkan pendekatan komunikasi yang lembut, bukan kasar dan penuh celaan.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kelembutan lebih membuka pintu hidayah dibanding kekerasan. Di sinilah letak revolusi Qur’ani: perubahan bukan dimulai dari pedang, tetapi dari kata-kata yang menyentuh hati.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa lisan adalah cerminan hati. Jika hati bersih, maka ucapan akan lembut.

Jika hati dipenuhi kesombongan dan amarah, maka lisan akan tajam. Dengan demikian, qaulan layyina bukan sekadar teknik komunikasi, tetapi buah dari tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...