Iran dan AS Mempengaruhi Ekonomi Asia Pasifik

Jalur Energi, Dolar dan Hegemoni

Fahri Sibua

Langkah-langkah tersebut menunjukkan munculnya upaya perlahan untuk menantang dominasi dolar dalam sistem perdagangan energi global.

Krisis Harga Energi

Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat juga berkontribusi pada volatilitas harga energi global. Ancaman gangguan distribusi melalui Selat Hormuz sering kali memicu lonjakan harga minyak dan gas di pasar dunia.

Kenaikan harga energi ini memberikan tekanan berat bagi sektor manufaktur dan transportasi di Asia Pasifik. Industri di kawasan ini sangat bergantung pada energi murah untuk menjaga efisiensi produksi.

Ketika biaya energi meningkat, biaya produksi pun ikut naik. Dampaknya adalah kenaikan harga barang, penurunan daya saing ekspor, serta tekanan inflasi yang lebih besar.

Negara-negara seperti Tiongkok yang menjadi pusat manufaktur global menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan daya saingnya di tengah fluktuasi harga energi.

Diversifikasi Energi dan Ketahanan Ekonomi

Krisis energi global dalam beberapa tahun terakhir mendorong negara-negara Asia Pasifik untuk mulai mempercepat diversifikasi sumber energi. Ketergantungan berlebihan pada impor energi dari Timur Tengah kini dipandang sebagai risiko strategis.

Tiongkok, misalnya, melakukan investasi besar dalam pengembangan energi terbarukan dan menjadi produsen panel surya terbesar di dunia. Sementara itu, India menargetkan kapasitas energi terbarukan hingga 500 gigawatt pada 2030.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...