Iran dan AS Mempengaruhi Ekonomi Asia Pasifik

Jalur Energi, Dolar dan Hegemoni

Fahri Sibua

Dolar dan Ketergantungan Ekonomi

Dimensi lain yang sering luput dari perhatian dalam konflik Iran-AS adalah peran dolar dalam perdagangan energi. Sebagian besar transaksi minyak dan gas dunia masih menggunakan dolar AS sebagai alat pembayaran utama.

Kondisi ini memberikan keunggulan strategis bagi Amerika Serikat. Negara-negara yang bergantung pada impor energi harus menyimpan cadangan dolar dalam jumlah besar untuk membiayai perdagangan energi mereka.

Akibatnya, kebijakan moneter Amerika Serikat—seperti kenaikan suku bunga atau kebijakan sanksi—sering kali berdampak langsung pada stabilitas ekonomi negara-negara Asia Pasifik.

Ketika Washington menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan memutus aksesnya dari sistem keuangan global, negara-negara yang tetap bertransaksi dengan Teheran berisiko terkena sanksi sekunder.

Hal ini memperlihatkan bagaimana dolar tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai instrumen geopolitik.

Kerentanan Energi Asia Pasifik

Pertumbuhan ekonomi pesat di Asia Pasifik mendorong peningkatan konsumsi energi secara signifikan. Namun, kebutuhan energi yang terus meningkat ini masih sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah.

Tiongkok, India, dan Jepang merupakan contoh negara dengan ketergantungan energi yang sangat tinggi. Gangguan terhadap pasokan energi global terutama yang dipicu oleh konflik geopolitik, dapat segera memicu kenaikan harga energi dan inflasi di kawasan ini.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...