Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab

Tidur Seharian Saat Puasa: Sah atau Mengurangi Pahala? Ini Penjelasannya

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Orang yang tidur seharian hanya mendapatkan lapar fisik, tapi jiwanya tidak terlatih untuk sabar, berdzikir, atau berempati secara aktif.

Jika Anda tidur hanya karena ingin "mempercepat" waktu berbuka agar tidak terasa lapar, berarti anda sedang kehilangan laboratorium empati yang kita bahas sebelumnya.

Ketidakadilan struktural dan kemiskinan tidak bisa dirasakan lewat mimpi; ia hanya bisa dirasakan lewat kesadaran saat terjaga.

Sekali lagi saran ustadz; gunakan waktu Ramadhan untuk melatih self-restraint saat terjaga. Tidurlah seperlunya (Qailulah—tidur sebentar sebelum Dzuhur)

Sesuai petunjuk Rasulullah SAW:

​قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَا تَقِيلُ

"Tidurlah siang sejenak (Qailulah), karena sesungguhnya setan itu tidak tidur siang."

(HR. Ath-thabrani)

Dengan tujuan untuk menyegarkan badan agar tetap produktif, bukan untuk "melarikan diri" dari rasa lapar dan kewajiban puasa.

Semoga penjelasan ini bermanfaat

WALLAHU A'LAM BISHOWAAB. (*)

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...