Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab

Tidur Seharian Saat Puasa: Sah atau Mengurangi Pahala? Ini Penjelasannya

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Allah SWT berfirman dalam ​Surat Maryam (19): 59

​فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Maka datanglah setelah mereka generasi pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Na'udzubillahi mindzalik

  1. Kehilangan Esensi Imsak yang mana Esensi puasa adalah self-restraint (pengendalian diri) dalam kondisi sadar. Jika tidur, kamu tidak sedang "berjuang" melawan nafsu, berarti kamu hanya sedang "melewatkan waktu".

Kalau begitu mana yang Benar untuk Diikuti?

Keputusan terbaik adalah mengambil jalan tengah yang produktif: Yaitu Tidur Secukupnya (untuk menghemat tenaga ibadah/kerja). Hal ini Sah dan sangat baik karena tidur menjadi bagian dari persiapan ibadah.

Bagaimana dengan Tidur Karena Malas (tapi shalat fardhu tetap terjaga)? Maka hukumnya juga Sah akan tetapi ini Makruh/Kurang Utama sebab telah kehilangan pahala keberkahan.

Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa kualitas puasa tidak hanya soal perut tapi lebih pada memproduksi kebajikan:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad)

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...