(Belajar Kisah Kepemimpinan Umar bin Khatab)

Relevansi dalam Kualitas Data

Ati’ah Dyah Lestari

Ibu si anak, yang tidak menyadari bahwa yang berkata itu adalah Amirul Mukminin Umar bin Khattab menjawab ketus dari dalam rumah, “Wahai hamba Allah, engkau telah menggangguku malam ini.

Aku sedang berusaha segera menyapih anakku. Karena Umar hanya menetapkan tunjangan untuk bayi yang telah disapih."

Peristiwa ini memperlihatkan sesuatu yang tak tertulis dalam data : Sebuah kebijakan bisa terlihat tepat namun belum tentu sepenuhnya memahami kehidupan.

Mendengar itu Umar kaget, menangis dan berkata dalam hatinya, "Kalau demikian hampir saja membunuh bayi itu, celaka aku, berapa banyak bayi kaum muslimin yang telah tersakiti karena kebijakanku”. Tidak ada pembelaan, tidak ada yang disalahkan, keesokan paginya kebijakan diperbaiki.

Setelah itu Umar berkata, "Susuilah dia, nanti Amirul Mukminin pasti akan memberikan santunan untuknya." Sesudah peristiwa itu, Sayyidina Umar mengubah aturan. Beliau menetapkan tambahan santunan atas setiap bayi yang baru lahir hingga disapih.

Karena bagi Umar ra, mengetahui harus berujung pada memperbaiki apa yang dilakukan Umar ra berabad-abad lalu, hari ini dikenal sebagai bagian penting proses bisnis statistic Generic Statistical Business Process Model (GSBPM).

GSBPM membagi proses bisnis statistik menjadi 8 tahap utama, mulai dari mendefinisikan kebutuhan (specify needs), mendesain, membangun, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan, hingga evaluasi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...