(Belajar Kisah Kepemimpinan Umar bin Khatab)

Relevansi dalam Kualitas Data

Ati’ah Dyah Lestari

Oleh: Ati’ah Dyah Lestari
(Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara)

Tidak semua pemimpin yang merasa cukup dengan laporan. Sebagian percaya pada angka yang tersusun rapi. Sebagian merasa tenang ketika grafik terlihat baik-baik saja.

Namun, ada pemimpin yang memilih berjalan dalam gelap agar tak ada realitas yang tersembunyi dalam pandangannya.

Umar bin Khattab adalah salah satunya.Bagi Umar kepemimpinan bukanlah kekuasaan, kepemimpinan adalah amanah.

Hingga ia pernah berkata “Seandainya seekor keledai terperosok di Irak, aku khawatir Allah akan menanyakannya kepadaku, mengapa aku tidak meratakan jalannya. Maka amanah serta tanggung jawab dimulai dari kepedulian untuk mengetahui.

Saat Madinah terlelap , ada kisah Umar bersama Abdurhman bin Auf menjaga para saudagar yang datang ke Madinah sepanjang malam sambil shalat. Umar berjalan, tanpa pengawal, tanpa protokol, tanpa Jarak antara dirinya dan rakyat.

Ia memahami sesuatu yang hari ini juga diyakini dunia statistik bahwa : kenyataan tidak selalu terlihat dari balik meja. Di tengah sunyi terdengar tangisan bayi.

Umar ra mendekat dan berseru berkata kepada keluarga penghuni rumah, "Takutlah engkau kepada Allah, susuilah bayi tersebut." Beberapa kali Umar kembali ke tempat semula, dan mendengar kembali tangisan bayi hingga akhir malam Umar mendatangi lagi dan berkata “Celakalah engkau,kenapa aku mendengar anakmu menangis sepanjang malam?”

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...