Hikmah Ramadan
Ramadan & Logical Fallacy: Revolusi Akal dan Hati di Bulan Pencerahan

Revolusi akal, agar tidak mudah terjebak sesat pikir. Revolusi hati, agar tidak mudah terjebak sesat rasa. Ia menyaring argumen, menata kesadaran, dan memurnikan niat.
Ia mengajarkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang paling keras bersuara, tetapi oleh siapa yang paling jujur mencari cahaya.
Di akhir perjalanan Ramadan, pertanyaannya sederhana namun mendalam, apakah kita hanya menurunkan berat badan, atau juga menurunkan ego?
Apakah kita hanya menahan lapar, atau juga menahan prasangka? , Apakah kita hanya memperbanyak ibadah, atau juga memperbaiki cara berpikir?
Karena jika Ramadan berhasil menjernihkan nalar dan menyucikan jiwa, maka kita tidak hanya keluar sebagai orang yang lebih taat, tetapi juga lebih adil, lebih bijak, dan lebih dewasa dalam menyikapi dunia.
Dan mungkin di situlah pencerahan sejati bermula, ketika akal tunduk pada kebenaran, dan hati tunduk pada cahaya-Nya. (*)




Komentar