Ramadan sebagai Titik Introspeksi

Nasri Abubakar

Nilai itulah yang menjadi semangat dalam membangun pemerintahan yang inklusif dan responsif. Dalam satu tahun ini, kami berupaya membenahi tata kelola, meningkatkan disiplin pelayanan, serta mendorong kebijakan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tentu, kami tidak menutup mata bahwa masih ada kekurangan. Pembangunan adalah proses yang memerlukan waktu, konsistensi, dan partisipasi bersama.

Ramadan mengajarkan bahwa evaluasi diri adalah bagian dari iman. Karena itu, refleksi ini menjadi pengingat bag kami untuk terus memperbaiki diri, memperkuat sinergi dan mempercepat langkah.

Kepemimpinan pada hakikatnya adalah amanah. Bukan sekadar jabatan, melainkan tanggungjawab moral yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan di hadapan Tuhan. Setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan sesaat.

Di usia setahun pemerintahan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Pembangunan kota memerlukan partisipasi aktif warga, dukungan tokoh agama dan adat, serta peran generasi muda yang kreatif dan inovatif.

Ramadan adalah bulan pembaruan. Pembaruan niat, pembaruan semangat dan pembaruan komitmen. Semoga melalui momentum ini, kita semakin solid membangun Ternate yang lebih maju, religius dan berkeadilan.

Setahun telah kita lewati bersama. Perjalanan masih panjang. Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, kita melangkah ke tahun-tahun berikutnya dengan keyakinan dan harapan yang lebih kuat. (*)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...