Dominasi Viralitas dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

Julkifli Gadeang

Oleh: Julkifli Gadeang

Hari ini, sebuah persoalan tidak perlu benar-benar penting untuk menjadi perhatian publik. Ia hanya perlu viral. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai upaya menghakimi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

Melainkan sebagai refleksi kritis atas perubahan cara masyarakat membangun dan memahami opini publik di era teknologi informasi.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 4 Maret 2026

Di tengah derasnya arus komunikasi digital, opini ini berupaya menawarkan sudut pandang alternatif mengenai bagaimana viralitas bekerja bukan sekadar sebagai fenomena komunikasi, tetapi sebagai kekuatan yang secara perlahan membentuk kesadaran kolektif masyarakat.

Refleksi ini menjadi penting, terutama ketika ruang digital semakin menentukan arah perhatian publik, mempengaruhi diskursus sosial, bahkan berkontribusi terhadap respons kebijakan.

Dalam konteks tersebut, tulisan ini mengajak pembaca untuk melihat kembali relasi atau hubungan antara teknologi, informasi, dan nalar publik khususnya dalam peran generasi muda sebagai aktor utama ekosistem digital kontemporer.

Dalam lanskap digital kontemporer, arah percakapan masyarakat sering kali tidak ditentukan oleh substansi persoalan, melainkan oleh seberapa cepat sebuah isu menyebar di media sosial.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan mendasar dalam cara opini publik terbentuk. Perhatian kolektif masyarakat tidak lagi bergerak berdasarkan urgensi kepentingan publik, tetapi mengikuti logika algoritma dan popularitas digital.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...