(Catatan Pendek Monolog Kolano Zainal Abidin Syah)

“Sang Kolano Pelengkap Kedaulatan”

Syaiful Bahri Ruray

Nilai itu harus tetap hidup dan dihidupkan, agar mindset kita, selaku anak negeri, tak sesat dalam membaca arah kemana gelombang zaman bergerak.

Kolano Zainal Abidin Syah, dalam wirid sunyinya, ia menyisakan nilai, membentuk karakter, yang patut kita abadikan. Untuk menjadi penentu takdir kolektif kita hari ini dan hari esok.

Ia bukan sekadar sepenggal masa lalu dalam debu sejarah nusantara kita. Tanpa perlawanannya, takdir kita takkan seperti sekarang adanya, walau saja masih banyak pekerjaan rumah tersisa yang harus kita benahi.

Pada era informasi serba bebas berseliweran di dunia maya, hanya bermodal medsos dan tiktok, mindset dan karakter bisa dijungkirbalikkan.

Fakta bisa dimanipulasi berubah menjadi kebenaran. Kolano, sang pelengkap kedaulatan dan marwah bangsa ini, seakan menyisakan pesan kepada segenap anak negeri, yang lahir dari rahim perlawanan, bahwa perjuangan belum benar-benar selesai sebatas usia dirinya. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...