(Catatan Pendek Monolog Kolano Zainal Abidin Syah)

“Sang Kolano Pelengkap Kedaulatan”

Syaiful Bahri Ruray

Riwayat ini melampaui hadirnya teori-teori modern, sebut saja teori kontrak sosial atau perjanjian masyarakat yang di cetuskan Montesqieu, John Locke, hingga Thomas Hobbes, yang selama ini, di akui seakan dari merekalah demokrasi dan negara modern berawal mula.

Padahal berbilang tiga abad sebelumnya, Moloku Kieraha telah terpatri dalam sebuah traktat nurani. Dari konfigurasi timpang seperti itulah, Kolano Zainal Abidin Syah, lahir dan terbentuk identitas kepribadiannya. Ia seakan representasi kaffah dari sejarah Jaziratul Mulk.

Bahwasanya kita, nusantara, telah di usik hegemoni dan monopoli, dengan mengadu domba sesama anak negeri sendiri. Kolano Zainal Abidin Syah, seakan terlahir untuk menerobos manipulasi sejarah oleh kolonialisme.

Ia, adalah kolano pelengkap kedaulatan nusantara. Sejak ditawan Jepang di Jailolo, yang dibombardir Sekutu, dengan tangan terpasung batang kelapa.

Bergerak menghindari pecahan bom. Ia harus selamat, karena ada tugas sejarah yang harus di embannya kedepan. Yakni sebuah bangsa yang belum juga merdeka.

Zainal Abidin Syaj muda, dibujuk, datang ke Holandia (Jayapura sekarang), dengan iming-iming lembaran gulden. Ia tegas-tegas menolak.

Lebih memilih kembali pada tugas dan amanah sejarahnya sebagai putra Jaziratul Mulk. Untuk menciptakan bangsa sendiri, yang tidak berada dibawah hegemoni asing.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...