Geothermal dalam Masyarakat Risiko

Political Ecology: Distribusi Risiko dan Relasi Kuasa
Jika teori Beck membantu kita memahami produksi risiko, pendekatan political ecology membantu kita memahami distribusinya. Political ecology menolak pandangan bahwa isu lingkungan adalah persoalan teknis netral.
Ia menekankan bahwa setiap keputusan tentang sumber daya selalu terkait dengan relasi kuasa—antara negara, korporasi, komunitas lokal, dan aktor global.
Dalam proyek geothermal, manfaatnya sering berskala nasional: tambahan kapasitas listrik, pengurangan impor energi, peningkatan reputasi hijau di forum internasional.
Namun risikonya berskala lokal: masyarakat sekitar lokasi proyek menghadapi potensi gempa mikro, kebisingan pengeboran, perubahan kualitas udara, dan ketidakpastian jangka panjang terhadap stabilitas tanah.
Distribusi yang asimetris ini mencerminkan apa yang disebut sebagai ketidakadilan ekologis. Komunitas lokal menjadi “zona risiko”, sementara pusat menikmati manfaat agregat.
Lebih jauh lagi, proses perizinan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sering berlangsung dalam kerangka partisipasi formal, bukan deliberasi substantif.
Bahasa teknokratis magnitudo, tekanan pori, probabilitas statistik seringkali mengerdilkan pengalaman lived experience warga.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar