Geothermal dalam Masyarakat Risiko

Dalam kerangka Beck, inilah paradoks modernitas: teknologi yang dirancang untuk menyelesaikan masalah (krisis energi dan iklim) justru menciptakan spektrum risiko baru yang harus dikelola secara sosial dan politik.
Epistemologi Ketidakpastian: Ilusi Kontrol Teknis
Pendukung geothermal sering menekankan bahwa risiko dapat diminimalkan melalui teknologi canggih, pemodelan geologi, dan sistem pemantauan seismik.
Argumen ini tidak sepenuhnya salah. Namun ia menyimpan asumsi epistemologis: bahwa sistem geologi cukup dapat diprediksi untuk dikelola secara presisi.
Masalahnya, sistem bawah tanah adalah sistem kompleks non-linear. Ia melibatkan interaksi tekanan fluida, struktur sesar, komposisi batuan, dan dinamika termal yang tidak sepenuhnya dapat diamati secara langsung. Data yang kita miliki selalu parsial. Model yang kita bangun selalu mengandung ketidakpastian.
Dalam risk society, sains bukan lagi sekadar penyedia solusi, melainkan juga produsen ketidakpastian. Ketika para ahli berbeda pendapat tentang tingkat risiko, masyarakat awam berada dalam situasi ambigu: siapa yang harus dipercaya?
Di sinilah retorika “aman selama sesuai standar” menjadi problematik. Standar dibangun berdasarkan pengetahuan yang tersedia yang bisa saja tidak lengkap.
Ketika risiko terwujud, ia sering diperlakukan sebagai “anomali”, bukan sebagai bagian inheren dari sistem intervensi itu sendsendir.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar