Geothermal dalam Masyarakat Risiko

Tiklas Pileser Babua

Ulrich Beck dan Produksi Risiko Modern

Dalam karya monumentalnya Risk Society, Ulrich Beck berargumen bahwa masyarakat modern telah bergeser dari distribusi kekayaan menuju distribusi risiko.

Jika masyarakat industri awal berfokus pada produksi dan distribusi kemakmuran, maka masyarakat modern lanjut memproduksi risiko sebagai konsekuensi dari kemajuan itu sendiri.

Risiko dalam pengertian Beck bukanlah bencana alam tradisional, melainkan manufactured risks-risiko yang dihasilkan oleh keputusan manusia, teknologi, dan sistem industri. Nuklir, polusi kimia, rekayasa genetika, hingga perubahan iklim adalah contoh klasik.

Geothermal, dalam konteks ini, tidak bisa dipahami semata sebagai “energi alam”. Ia adalah sistem teknologi kompleks yang melibatkan eksplorasi geologi dalam, pengeboran ribuan meter, injeksi dan produksi fluida bertekanan tinggi, serta intervensi terhadap sistem hidrotermal bawah tanah.

Risiko yang muncul gempa terinduksi (induced seismicity), perubahan tekanan pori, gangguan akuifer, bukanlah peristiwa alam murni, melainkan hasil interaksi antara sistem geologi dan intervensi teknologis.

Kasus gempa yang dikaitkan dengan proyek geothermal di Pohang pada 2017 menjadi ilustrasi penting. Proyek Enhanced Geothermal System (EGS) di wilayah tersebut diteliti secara intensif setelah gempa magnitudo 5,5 merusak ribuan bangunan dan melukai warga.

Sejumlah laporan ilmiah kemudian mengaitkan aktivitas injeksi fluida dengan pelepasan energi pada sesar aktif. Terlepas dari perdebatan detail teknis, peristiwa itu menunjukkan bahwa intervensi terhadap sistem geologi dapat menghasilkan konsekuensi yang melampaui kalkulasi awal.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...