Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Pahala: Panduan Puasa bagi Pekerja Berat

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
  1. seringlah membaca dzikir yang diajarkan Nabi SAW kepada Fatimah RA saat kelelahan bekerja:

​سُبْحَانَ اللهِ (33x)، الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x)، اللهُ أَكْبَرُ (34x)

(Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir sebelum tidur untuk kekuatan fisik esok hari).

Bagaimana jika kondisi darurat dan pekerjaan sangat berat?

Ulama menyebutkan ada Rukhshah (Keringanan).

​Yaitu jika pekerjaan benar-benar membahayakan nyawa atau kesehatan karena panas yang ekstrem sehingga di tengah hari Anda merasa sangat lemas, pusing hebat, atau ada tanda medis yang membahayakan (dehidrasi berat), maka diperbolehkan membatalkan puasa untuk memulihkan fisik, lalu wajib meng-qadha-nya di hari lain.

Catatan: Ini hanya berlaku jika pekerjaan tersebut tidak bisa ditunda atau tidak ada sumber penghasilan lain.

Sebagaimana dalam kaidah fiqih:

​الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ

​"Kesulitan itu menarik kemudahan (keringanan)."

​Dan firman Allah SWT:

​لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

​"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286)

Semoga jawabannya mencerahkan

WALLAHU A'LAM BISHOWAAB. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...