Hikmah Ramadan

Keluarga Muslim dan Ekoteologi di Bulan Suci

Ali Faisal

Keluarga adalah madrasatul ula, medium pendidikan utama sebagai pembentuk kepribadian, nilai agama dan karakter. Anak-anak kita belajar dari praktik keseharian dirumah.

Mereka mengamati bagaimana orang tua berbelanja, menyajikan dan memperlakukan makanan dan pilihan-pilihan untuk mengurangi limbah, maka kesadaran ekologis akan tumbuh bersamaan sebagai bagian dari pengalaman spiritual anak.

Kesalehan ekologis bisa dimulai dari keputusan sedarhana. Tidak berlebihan saat berbuka, memanfaatkan kembali makanan yang tersisa, membawa wadah sendiri ketika membeli takjil dan mengurangi sampah serta membuang pada tempatnya adalah praktek kecilnya.

Kebiasaan kecil dari keluarga Muslim yang konsisten akan memiliki efek yang signifikan dalam rangka ikut ikhtiar menjaga bumi.

Kita mafhum, krisis ekologis yang kita hadapi saat ini bukan persoalan jauh dari kehidupan sehari-hari. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan ancaman krisis pangan adalah kenyataan yang semakin terasa.

Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak pada generasi mendatang, tetapi juga pada kualitas hidup hari ini. Karena itu, Ramadan dapat dibaca sebagai momentum moral untuk membangun kembali kesadaran ekologis yang dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Puasa sebagai ajang melatih empati, filantropi sangat penting melalui ibadah zakat, infak dan shodaqoh, dan pada saat yang sama empati kita perluas bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam yang menopang kehidupan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...