Ironi Gentengisasi: Antara Estetika Atap dan Esensi Sanitasi di Maluku Utara

Lalu Riza Singrapati, S.Tr. Stat.

Sementara itu, penggunaan genteng sangat kecil, yaitu hanya sekitar 0,93 persen. Dominasi seng di wilayah kepulauan ini bukanlah tanpa alasan yang kuat.

Selain faktor aksesibilitas logistik karena genteng tanah liat sangat berat dan berisiko pecah dalam pengiriman antar-pulau, seng dipilih karena faktor keamanan yang krusial.

Maluku Utara berada di zona cincin api yang rawan gempa, sehingga atap seng yang ringan memberikan risiko cedera yang jauh lebih rendah saat terjadi guncangan dibandingkan genteng yang berat.

Penting untuk dipahami bahwa secara teknis seng termasuk dalam kategori bahan atap layak huni menurut standar pembangunan nasional, selama kondisinya tidak rusak atau bocor.

Seng memiliki sederet kelebihan yang sangat relevan dengan kondisi ekonomi dan geografis masyarakat setempat, mulai dari harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah hingga proses pemasangan yang relatif mudah tanpa memerlukan struktur rangka yang terlalu rumit.

Selain bobotnya yang ringan yang mendukung keamanan struktur bangunan, seng juga menawarkan fleksibilitas desain yang memudahkan penyesuaian dengan berbagai bentuk rumah di lahan terbatas.

Dengan demikian, pilihan material ini lebih merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungan dan kemampuan finansial daripada sekadar tanda ketidakteraturan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...