Puasa Sah, Tapi Apakah Diterima? Memahami Perbedaan Sah dan Qabul dalam Ibadah

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Untuk itu lakukanlah hal-hal berikut agar perilaku sosial kita menjadi baik dan puasa dapat bernilai ibadah:

  1. Memperbaiki Niat: Jangan hanya puasa karena tradisi atau "ikut-ikutan" Ramadhan.

2.Menjaga Lisan: Berlatihlah mengatakan "Inni sha'im" (Aku sedang puasa) ketika ingin marah atau bicara buruk.(Aku sedang puasa). Jika berdiri, duduklah; jika duduk, berbaringlah.

Sebelum bicara, berhenti 5 detik. Tanya pada diri sendiri: "Apakah ini bermanfaat atau menyakiti?" Jika tidak perlu, lebih baik diam.

  1. Banyak Istighfar: Memohon ampun karena telah mengotori ibadah yang suci dengan akhlak yang kurang baik.

Gunakan waktu luang (saat antre atau di jalan) untuk beristighfar. Ini akan melembutkan hati yang keras.

4. Sedekah/amalan sosial Tersembunyi: Lakukan satu kebaikan kecil setiap hari tanpa diketahui siapapun (misal: merapikan mukena di masjid atau membuang sampah di jalan). Ini melatih keikhlasan.

5. Tahan Jari di Media Sosial: Jangan berkomentar negatif, jangan membagikan berita yang belum tentu benar, dan kurangi scrolling yang memicu rasa iri yang hanya mengotori hati.

Semoga jawaban ini bermanfaat

WALLAHU A'LAM BISHOWAAB. (*)

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...