Puasa dan Panggilan Iman

Puasa mengembalikan kita kepada fitrah. Jika diterima oleh Allah, ia melahirkan kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan kesehatan ruhani.
Memang, orang bisa berpuasa karena diet, kesehatan, atau alasan lain. Tetapi dalam Islam, puasa selalu diawali dengan panggilan iman: Ya ayyuhalladzina amanu.
Karena tujuan puasa adalah mendekatkan diri kepada Allah. Ada tiga hal yang tumbuh dalam diri orang yang berpuasa:
Pertama, syauq — rasa rindu kepada Allah.
Imam Al-Ghazali menjelaskan tingkatan puasa. Tingkatan tertinggi adalah puasanya orang-orang khusus (khawasul khawas), yaitu mereka yang berpuasa dengan penuh kerinduan kepada Allah, hati dan pikirannya selalu terhubung kepada-Nya.
Tingkatan berikutnya adalah orang yang berpuasa, meninggalkan makan minum dan maksiat, sekadar menjalankan syariat.
Dan tingkatan paling bawah adalah yang hanya meninggalkan makan dan minum tanpa ada penghayatan iman. Kita berharap puasa kita mencapai derajat syauq — rindu kepada Allah.
Kedua, tumbuhnya nilai kemanusiaan.
Puasa menjadikan kita lebih lembut, lebih ramah, lebih penyayang. Kita berbuat baik bukan semata karena manusia, tetapi karena perintah Allah.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar