Puasa dan Panggilan Iman

KH. Cholil Nafis, PhD

Bandingkan dengan ibadah lain: Shalat terlihat orang, zakat diberikan kepada orang dan haji pergi ke negeri orang.
Tetapi puasa adalah ibadah yang sangat personal. Puasa adalah perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.

Karena itu, puasa melatih kejujuran. Jika ingin nakal, bisa saja seseorang makan diam-diam. Tidak ada yang tahu. Tetapi ia memilih jujur karena Allah.

Puasa juga melatih kepedulian sosial. Kita merasakan lapar dan dahaga, sehingga memahami penderitaan saudara-saudara kita yang kekurangan.

Sejak zaman para nabi, puasa telah diwajibkan. Nabi Adam berpuasa. Nabi Daud berpuasa sehari dan berbuka sehari. Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim berpuasa pada hari-hari tertentu.

Nabi Muhammad SAW sebelum diwajibkan puasa Ramadan, beliau juga berpuasa ayyamul bidh — tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.

Kemudian Allah mensyariatkan puasa Ramadhan sebagai pelatihan besar selama satu bulan yang nilainya seperti satu tahun.

Karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Maka siapa yang berpuasa Ramadan lalu ditambah enam hari di bulan Syawal, seakan-akan ia berpuasa setahun penuh.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...