Berislam Makan Biaya

Yang diminta adalah mengelolanya. Tanpa pengelolaan yang baik, hasrat bisa berubah menjadi kerakusan. Tanpa batas, keinginan berubah menjadi keserakahan.
Puasa hadir sebagai mekanisme pengingat bahwa manusia tidak identik dengan dorongannya. Kita tidak harus makan setiap kali lapar. Kita tidak harus membeli setiap kali ingin.
Kita tidak harus mengikuti setiap tren hanya karena takut tertinggal. Dalam dunia yang terus-menerus mendorong kita untuk “lebih” lebih cepat, lebih banyak, lebih terlihat puasa justru mengajarkan “cukup.”
Jika puasa dipahami secara utuh, ia tidak berhenti pada jam berbuka. Ia membentuk kebiasaan reflektif. Seseorang yang terbiasa menahan diri dari yang halal demi nilai spiritual, seharusnya juga lebih mampu menahan diri dari berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadi lebih peka terhadap batas.
Latihan hanya bermakna jika benar-benar dijalani sebagai latihan. Jika puasa hanya dipahami sebagai kewajiban ritual tanpa kesadaran etis, maka ia kehilangan fungsi pendidikannya. Kita mungkin berhasil menahan lapar, tetapi gagal menahan keinginan lain yang sama kuatnya.
Di sinilah kita melakukan Refleksi, apakah puasa benar-benar membentuk pengendalian diri, atau sekadar menjadi rutinitas tahunan yang tidak menyentuh cara kita hidup?
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar