Berislam Makan Biaya

Puasa sebagai Latihan Mengendalikan Diri
Al-Qur’an menyebutkan tujuan puasa dengan sangat jelas, agar manusia menjadi bertakwa (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini sering dibaca berulang-ulang setiap Ramadan, tetapi mungkin tidak selalu direnungkan secara mendalam.
Takwa bukan sekadar identitas religius. Ia bukan label sosial yang bisa ditempelkan. Secara etis, takwa berarti kemampuan menjaga batas tidak berlebihan, tidak melampaui ukuran, tidak mengikuti setiap dorongan yang muncul.
Puasa adalah praktik konkret dari gagasan itu. Selama berjam-jam seseorang menahan lapar dan haus. Bukan karena tidak ada makanan, melainkan karena ada kesadaran untuk menunda.
Di sini, yang bekerja bukan sekadar fisik, melainkan keputusan moral. Kita memilih untuk tidak menuruti dorongan paling dasar dalam diri.
Dalam kajian psikologi moral, kemampuan ini dikenal sebagai self-regulation kapasitas untuk mengendalikan impuls dan menunda kepuasan demi tujuan yang lebih tinggi.
Puasa, dalam arti itu, adalah latihan tahunan untuk memperkuat otot moral tersebut. Ia melatih kita agar tidak segera bereaksi terhadap setiap keinginan.
Manusia memang memiliki dorongan biologis. Lapar, haus, keinginan memiliki, ambisi untuk diakui, semuanya adalah bagian dari kemanusiaan kita. Islam tidak pernah memerintahkan manusia mematikan hasrat.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar