Risiko Usaha di Daerah Kepulauan: Antara Jarak, Infrastruktur, dan Ketidakpastian Pasar

Setelah kapal tiba di desa, masih ada biaya untuk menurunkan barang, meskipun lebih murah, yakni sekitar Rp50.000 hingga Rp75.000 per orang.
Selain itu, biaya pengiriman lewat kapal berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 dalam satu kali pengiriman, tergantung banyaknya muatan yang dikirim.
Akumulasi biaya tersebut secara langsung memengaruhi harga barang ketika sampai di desa. Untuk beberapa kebutuhan sembako, harga dapat naik sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 per item dibandingkan harga di kota.
Kenaikan yang lebih signifikan terlihat pada komoditas utama seperti beras. Jika di kota harga beras ukuran 25 kilogram berkisar antara Rp400.000 hingga Rp430.000, maka di Desa Lelei harga yang sama dapat mencapai Rp450.000 hingga Rp480.000 per karung.
Bagi pelaku usaha sembako seperti pemilik warung kecil, kondisi ini menjadi dilema yang tidak mudah. Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan harga untuk menutup biaya distribusi yang tinggi.
Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa daya beli masyarakat desa relatif terbatas. Tidak jarang pedagang memilih menahan keuntungan agar barang tetap terjangkau bagi warga.
Bahkan dalam beberapa situasi, pedagang tetap menjual dengan margin yang sangat tipis karena adanya hubungan sosial dan kekeluargaan dengan para pelanggan.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar