Fenomena “Brain Rot” di Kalangan Gen Z

Itu akan membantu otak tetap segar dan terhindar dari rasa jenuh. Otak juga bisa dilatih dengan aktivitas membaca buku, menulis, atau belajar keterampilan baru.
Jadi, otak tidak hanya menerima stimulasi instan, tetapi akan terbiasa berpikir kritis dan mendalam. Semuanya itu dapat membantu menjaga ketajaman pikiran.
Pertanyaannya apakah fenomena kemajuan digital lebih banyak sisi positifnya sebagai sarana mengembangkan kreativitas, atau justru lebih berbahaya karena mengikis kemampuan berpikir yang mendalam?
Muncul tantangan baru bagi Gen Z. Bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kapasitas berpikir kritis dan kedalaman komunikasi? (*)




Komentar