Fenomena “Brain Rot” di Kalangan Gen Z

Petra Wahyu Utama

Belum lagi, risiko psikologi yang muncul seperti kecemasan, kelelahan digital, hingga perasaan terisolasi meski secara virtual selalu terhubung.

Oleh karenanya, penting untuk menyadari bahaya “brain rot” dan mulai menyeimbangkan hidup dengan aktivitas yang lebih bermakna.

Strategi Menghadapi Brain Rot

Fenomena brain rot adalah cermin dari dinamika budaya digital yang sedang berlangsung. Ia bisa dilihat sebagai ekspresi kreatif sekaligus tanda bahaya. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menghadapi brainrot yakni:

- Literasi Digital: Mengajarkan cara memilah informasi dan memahami dampak konten digital.
- Manajemen Waktu Online: Membatasi konsumsi konten singkat dan memberi ruang bagi aktivitas offline.
- Keseimbangan Aktivitas: Mengintegrasikan kegiatan fisik, sosial, dan kreatif di luar dunia digital.
- Dialog Antar Generasi: Membuka ruang komunikasi antara Gen Z dan generasi sebelumnya untuk menjembatani perbedaan bahasa dan budaya digital.

Dengan kata lain, penting untuk menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan fisik dan sosial. Misalnya berolahraga secara rutin, meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan orang lain, serta memberi ruang bagi hobi di luar layar gawai.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...