Fenomena “Brain Rot” di Kalangan Gen Z

Bahaya Brain Rot
Oxford University Press memilih istilah brain rot pada 2024 karena kekhawatiran mereka tentang dampak penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan mental.
Jadi, brain rot itu sebenarnya lebih ke fenomena gaya hidup modern. Di mana otak menjadi “tumpul” akibat terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dangkal dan berulang.
Bila dibiarkan, kebiasaan itu bisa mengikis produktivitas, mengganggu kesehatan mental, bahkan memperburuk kualitas interaksi sosial.
Bayangkan otak yang seharusnya dipakai untuk berpikir kritis dan berimajinasi, justru terjebak dalam siklus hiburan instan yang melelahkan. Gen Z yang lahir 1997–2012 tumbuh sebagai digital native yang sejak kecil akrab dengan internet dan media sosial.
Keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi sangat tinggi, tetapi itu justru membuat mereka lebih rentan terhadap dampak negatifnya.
Penurunan kognitif bisa terjadi karena kemampuan fokus dan berpikir kritis tergantikan dengan informasi yang didapatkan secara instan.
Adapun pola komunikasi bergeser ke arah slang digital yang eksklusif, berpotensi menciptakan jarak dengan generasi lain.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar