Setahun Jadi Gubernur, Sherly Sudah Buat Apa?

Sarbin Sehe, dengan pengalaman birokrasinya, memainkan peran kunci dalam memastikan program-program ini berjalan tanpa hambatan administratif yang berarti.
Satu tahun memang belum cukup untuk menyelesaikan semua persoalan. Isu lingkungan terkait dampak tambang, infrastruktur jalan jembatan, dan pembangunan ibukota Sofifi sebagai ibukota provinsi tetap menjadi "PR" besar yang menghantui.
Publik masih menunggu bagaimana Sherly Tjoanda menyeimbangkan antara syahwat investasi tambang dengan kelestarian hutan lindung yang kini mulai disoroti aktivis, juga infrastruktur jalan dan jembatan rusak, baik di pulau Halmahera dan pulau pulau lainnya, pembangunan ibukota Sofifi, serta pembentukan Kota Sofifi terus di nantikan.
Namun, satu hal yang pasti: setahun kepemimpinan Sherly-Sarbin telah memberikan sentuhan baru bagi Maluku Utara. Sherly Sarbin membuktikan bahwa kepemimpinan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada hasil, mampu membawa perubahan meski dimulai dari titik yang sulit.
Provinsi Maluku Utara tidak lagi hanya dikenal karena kekayaan nikelnya, tetapi kini mulai dikenal karena keberanian pemimpin perempuannya untuk melakukan perubahan. Tabea. (*)




Komentar