Ramadan: Saatnya Mengurangi Sampah dari Sumber

M. Syafei Baay

Tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat menyampaikan bahwa menjaga kebersihan dan mengurangi sampah adalah bagian dari tanggung jawab moral warga terhadap kotanya.

Ramadhan adalah bulan latihan. Jika selama sebulan kita mampu mengendalikan konsumsi dan mengurangi sampah, maka kebiasaan itu bisa berlanjut setelah Idul Fitri dan menjadi budaya ramah lingkungan. Lingkungan yang bersih bukan semata hasil kerja petugas kebersihan, tetapi cermin kesadaran warganya.

Mengurangi sampah dari sumber bukan soal langkah besar, melainkan soal konsistensi. Satu keluarga membawa tas belanja sendiri mungkin terlihat kecil. Namun jika ribuan keluarga melakukannya setiap hari selama Ramadhan, hasilnya akan terasa bagi kota ini.

Bulan suci ini memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam cara kita memperlakukan lingkungan. Dari dapur rumah, dari lapak takjil, dari kantor, sekolah dan masjid, perubahan itu bisa dimulai.

Dengan hidup secukupnya dan lebih bijak dalam mengelola sampah, Ramadhan dapat menjadi titik awal lahirnya budaya baru: budaya yang lebih sederhana, bersih, dan lebih peduli pada masa depan Kota Ternate. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...