Ramadan: Saatnya Mengurangi Sampah dari Sumber

Sejumlah ritel besar seperti Alfamidi, Hypermart, Indomaret, dan MR DIY telah lebih dulu menerapkan pengurangan kantong plastik.
Langkah ini kemudian diikuti oleh Multimart dan Muara Mart, serta beberapa toko lokal seperti Toko Dua Sekawan, Toko Alya Mart, dan Toko Laris yang mulai mengimplementasikan kebijakan serupa. Bahkan, masih ada ritel lain yang bersiap menyusul.
Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya nyata. Setiap kantong plastik yang tidak digunakan berarti satu potensi sampah yang berhasil dicegah.
Inisiatif baik juga dilakukan pelaku usaha kuliner Bakso Lapangan Tembak yang telah mengolah sampah organik usahanya secara mandiri sehingga tidak lagi menambah “beban kota” yang berakhir di TPA.
Di sisi lain, terdapat rencana DLH untuk pengolahan sampah sayuran dari pasar menggunakan metode sederhana seperti bata terawang agar limbah organik pasar tidak langsung dibuang. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari skala kecil namun memberi pengaruh besar.
Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat gerakan ini. Pemerintah daerah melalui pimpinan OPD, camat, lurah, RW, RT juga pimpinan instansi vertikal dapat mengingatkan sekaligus memberi teladan dalam setiap kegiatan agar meminimalkan sampah.
Masjid dapat mengatur buka puasa bersama dengan alat makan yang dapat digunakan ulang. Sekolah dapat membiasakan siswa membawa tempat makan sendiri.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar