Ramadan: Saatnya Mengurangi Sampah dari Sumber

Kerja bakti dan aksi corvee memang penting untuk membersihkan dan merapikan lingkungan yang kotor, tetapi jangan ditafsirkan seperti kerja bakti yang “ditingkatkan frekuensinya”, tanpa upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Bila demikian, persoalan yang sama akan terus berulang. Sampah yang dibersihkan hari ini bisa kembali menumpuk esok hari jika kebiasaan konsumsi tidak berubah, dan akhirnya masuk TPA yang semakin cepat penuh.
Mungkin akan lain ceritanya apabila hasil corvee dan kerja bakti dipilah dan didistribusikan ke unit pengolahan sebelum sisa/residunya dibuang ke TPA.
Karena itu, kunci utamanya adalah mengendalikan timbulan sampah dari rumah, dari dapur, dari kantor, dari sekolah dan dari keputusan sederhana yang kita buat setiap hari.
Langkahnya tidak rumit. Membeli makanan secukupnya agar tidak terbuang. Membawa tas belanja sendiri saat ke pasar atau ritel. Menggunakan wadah makan ulang pakai saat membeli takjil. dan menghindari styrofoam / wadah mika/kantong plastik.
Memilah sampah organik dan anorganik di rumah. Jika kebiasaan ini dilakukan secara kolektif selama Ramadhan, dampaknya akan sangat terasa.
Kabar baiknya, upaya pengurangan sampah di Kota Ternate terus bergerak ke arah yang lebih sistematis. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, sosialisasi pembatasan penggunaan kantong plastik kepada pelaku usaha dilakukan secara konsisten.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar