Ramadan Momentum Merawat Kebersamaan dan Kedamaian

Ramadan menjadi ruang terbaik untuk memperkuat tali silaturahmi, bukan hanya di antara sesama Muslim, tetapi juga dengan seluruh saudara sebangsa tanpa memandang latar belakang.
Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari lapar dan haus yang ia tahan.”
Menjaga lisan, menahan emosi, serta bijak bermedia sosial adalah bagian dari ibadah di bulan suci. Melalui tulisan ini saya mengajak untuk menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas.
Ramadan adalah bulan damai, maka sudah seharusnya kita menghadirkan kedamaian dalam setiap tindakan.
Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan keluarga untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif. keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan hasil dari kesadaran kolektif untuk saling menjaga.
Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli. Jika ada yang kesulitan, mari kita bantu. Jika ada perbedaan, mari kita dialogkan.
Jika ada potensi gangguan, mari kita cegah bersama. Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, insya Allah Maluku Utara akan selalu dalam keadaan aman dan rukun. (*)




Komentar