Mengapa Pendidikan Awal bukan Hanya Urusan Ibu?
Froebel dan Peran Ayah:

Membaca Ulang Froebel: Gagasan "Cinta Aktif"
Froebel percaya bahwa setiap anak lahir membawa potensi yang ia sebut sebagai “percikan ilahi”. Suatu kapasitas bawaan untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi manusia yang utuh.
Tugas pendidikan, dalam pandangannya bukan membentuk anak sesuai dengan cetakan yang telah disiapkan orang dewasa, melainkan menciptakan kondisi yang memungkinkan potensi tersebut berkembang secara bebas dan terarah sekaligus.
Untuk menciptakan kondisi tersbeut, Froebel menekankan apa yang bisa kita terjemahkan sebagai “cinta aktif” (active love), berbeda secara fundamental dari “cinta pasif” yang hadir dalam membentuk pemenuhan kebutuhan material.
Cinta aktif berarti menemani anak menyusun balok dan membiarkan bangunan itu runtuh tanpa kepanikan. Cinta aktif berarti bertanya kepada anak “kamu pikir kenapa belalang itu bisa melompat jauh” dan benar-benar menunggu jawabannya. Cinta aktif berarti hadir; bukan di sebelah anak, melainkan bersama anak, dengan seluruh perhatian yang dimiliki.
Jenis cinta ini sama sekali tidak eksklusif milik ibu. Ia adalah kapasitas manusiawi yang bisa dan seharusnya diekspresikan oleh siapa saja yang bertanggung jawab atas tumbuh kembang seorang anak, termasuk ayah.
Fakta bahwa kita selama ini menyempitkan “cinta aktif” dalam pengasuhan sebagai domain ibu adalah reduksi yang merugikan semua pihak; anak kehilangan dimensi penting dari pengalaman tumbuh kembangnya, ibu menanggung beban pengasuhan yang terlalu berat sendirian, dan ayah kehilangan salah satu pengalaman paling bermakna yang ditawarkan kehidupan.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar