Mengapa Pendidikan Awal bukan Hanya Urusan Ibu?
Froebel dan Peran Ayah:

Bahkan tidak jarang, laki-laki yang terlalu “aktif” mengurus anak kecil akan mendapat komentas meremehkan dari lingkungan sosialnya sendiri.
Ketiga, ketiadaan dukungan kebijakan yang memadai. Indonesia hingga saat ini belum memiliki kebijakan cuti ayah (paternity leave) yang substansial dan merata.
Di bbanyak sektor swasta, cuti ayah hanya berkisar dua hingga tiga hari pasca kelahiran anak, sebuah angka yang hampir tidak berarti.
Bandingkan dengan Swedia yang memberikan cuti khusus ayah yang tidak dapat dialihkan kepada ibu, atau Islandia yang membagi paarental leave secara setara antara kedua orang tua.
Negara-negara tersebut tidak hanya memberi izin kepada ayah untuk hadir; merkea secara aktif mendorong dan memfasilitasi kehadiran itu.
Keempat, absennya narasi positif tentang peran ayag dalam pengasuhan. Media massa, konten digital, kampanye pemerintahh, bahkan materi di lembaga PAUD hampir semuanya masih menempatkan ibu sebagai tokoh sentral dalam pengasuhan anak.
Ayah hadir sebagai figuran, sebagai pelengkap, atau sama sekali tidak terlihat. Ketika narasi sosial tidak memberi tempat bagi identitas “ayah yang terlibat,” sulit mengharapkan para ayah untuk secara spontan mengisi peran tersebut.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar