Mengapa Pendidikan Awal bukan Hanya Urusan Ibu?

Froebel dan Peran Ayah:

Sriyanti Nihi

Namun, normalitas ini harus dipertanyakan. Bukan karena ayah harus menggantikan ibu atau bersaing dengan ibu dalam pengasuhan, melainkan karena setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik dari kedua orang tuanya, masing-masing dengan cara yang khas dan tidak dapat digantikan satu sama lain.

Apa yang Dibutuhkan Anak dari Seorang Ayah: Konfirmasi Secara Ilmiah

Jika Froebel berbicara tentang pentingnya kehadiran orang dewasa dalam tumbuh kembang anak dari perspektif filosofis dan humanistik, ilmu pengetahuan modern mengonfirmasikan hal itu dengan data empiris yang semakin kuat dan secara khusus menyoroti kontribusi unik seorang ayah.

Penelitian dari Father Invovement Research Alliance (FIRA) 2018, di Kanada mengungkapkan bahwa anak-anak yang secara reguler berinteraksi dengan ayah mereka dalam konteks bermain, bukan hanya hadir secara fisik menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menghadapi situasi abru, mengatur frustasi, dan bernegosiasi dengan teman sebaya.

Yang menarik dari temuan ini adalah bahwa kontribusi ayah dalam tumbuh kembang anak tidak sekadar menambah kuantitas perhatian yang dterima anak, tetapi memberikan kualitas interaksi yang berbeda secara struktural.

Secara umum, ayah cenderung mengajah anak bermain secara fisik, lebih berani mengambil resiko, dan lebih mendorong anak untuk keluar dari zona nyamannya.

Pola bermain ini yang dalam psikologi perkembangan dikenal sebagai rough-ank-tumble play atau biasa dikenal sebagai permainan fisik yang terbukti melatih kemampuan anak dalam meregulasi gairah emosional, memahami batas, dan membangun ketangguhan (resilience).

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Komentar

Loading...