Mengapa Pendidikan Awal bukan Hanya Urusan Ibu?
Froebel dan Peran Ayah:

Ibunya meninggal saat ia masih bayi, dan ayahnya seorang pendeta Lutheran yang disibukkan oleh urusan gereja; nyaris tidak hadir secara emosional dalam kehidupannya.
Froebel kecil diasuh oleh pamannya yakni Johann Cristoph Hoffmann setelah bertahun-tahun hidup dalam ketersisihan di rumah tangga yang dingin. Luka itulah yang secara paradoks justru membentuk kepekaan dan keyakinan terdalamnya tentang tumbuh kembang anak.
Dalam karya utamanya, “The Education of Man” yang diterjemahkan oleh Die Menschenerziehung (1826), Froebel menegaskan bahwa pendidikan adalah proses yang bersifat organik seperti tumbuhan yang berkembang bukan karena dipaksa, melainkan karena mendapat tanah, air, dan cahaya yang tepat.
Ia menggunakan metafora “taman” secara serius bahwa anak adalah benih, dan orang-orang dewasa disekitarnya adalah pekebun yang bertugas menyiapkan kondisi tumbuh yang ideal.
Froebel tidak pernah membatasi peran pekebun itu hanya pada ibu. Baginya, keluarga dalam pengertian utuh termasuk ayah adalah unit pendidikan pertama dan paling fundamental.
Froebel bahkan secara eksplisit menyelenggarakan kelas-kelas khusus bagi orang tua bukan hanya ibu, tetapi juga ayah untuk mengajarkan cara bermain dan berinteraksi dengan anak-anak mereka.
Hal ini adalah tindakan yang sangat revolusioner untuk standar abad ke-19. Sayangnya, elemen ini hilang begitu saja dalam proses institusionalisasi kindergarten yang kemudian berkembang pesat di seluruh dunia.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar