Mengapa Pendidikan Awal bukan Hanya Urusan Ibu?
Froebel dan Peran Ayah:

Dengan mempertemukan filsafat pendidikan Froebel, bukti-bukti ilmiah kontemporer, serta realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia.
Opini ini berargumen bahwa absennya ayah dalam pendidikan awal anak bukan hanya persoalan pilihan personal, melainkan cerminan dari sistem nilai, kebijakan, dan struktur sosial yang perlu dikritisi secara serius.
Siapa Froebel, dan Apa yang Sering Kita Lewatkan?
Friederich Wilhelm August Fröbel (21 April 1782 – 21 Juni 1852) dilahirkan di Oberweissbach, Jerman. Ia biasa disebut Froebel yang merupakan salah satu tokoh pendidikan anak usia dini yang karya dan pemikirannya masih dijadikan acuan bagi dunia pendidikan modern hingga saat ini.
Ia juga salah satu tokoh yang mendirikan lembaga pendidikan anak pertama di Bad Blankenburg, Jerman yang dinama “Kindergarten” atau “Taman Kanak-Kanak”.
Friedrich Froebel mengubah cara kita berpikir tentang pendidikan anak usia dini, dengan merancang serangkaian mainan edukatif berbentuk bola, balok kayu, ubin, tongkat, dan cincin untuk menunjukkan bahwa anak-anak belajar melalui bermain dengan tujuan dapat merangsang kemampuan imajinasi, logika, dan kreativitas anak secara bertahap.
Konsep ini dikenal di seluruh dunia sebagai Hadiah Froebel atau Gaben, dimana benda-benda ini adalah bagian penting dari Taman Kanak-Kanaknya. Hadiah Froebel telah banyak ditiru dan diadaptasi oleh para pendidik dan pembuat mainan.
Namun ada dimensi lain dari Froebel yang jarang diangkat ke permukaan yang merupakan dimensi yang justru relevan untuk wacana hari ini. Froebel tumbuh dalam kondisi yang secara emosional sangat tidak ideal.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar