Bobeto dan Politik Ekologi Halmahera Timur

Muhammad Wahyudin

Pengakuan formal terhadap masyarakat adat tanpa perlindungan nyata atas ruang hidupnya hanya akan menjadi simbol kosong. Bobeto, dalam konteks ini, menantang negara untuk merevisi cara pandang pembangunan.

Ke depan, bobeto harus ditempatkan sebagai rujukan etis dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Halmahera Timur.

Pendidikan adat, dokumentasi budaya, dan integrasi nilai ekologis lokal dalam kurikulum menjadi langkah strategis. Lebih dari itu, negara perlu mengakui bobeto sebagai sumber pengetahuan ekologis dan dasar pengambilan keputusan pembangunan.

Pada akhirnya, bobeto mengingatkan kita bahwa krisis ekologis bukan sekadar krisis lingkungan, melainkan krisis cara pandang. Ketika alam direduksi menjadi angka dan cadangan mineral, kehancuran menjadi keniscayaan.

Bobeto menawarkan jalan lain yaitu menjaga ruang hidup dengan etika, membangun dengan batas, dan meletakkan kehidupan—bukan keuntungan—sebagai tujuan utama pembangunan. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...