Sebuah Ulasan tentang Dinamika dan Potret Desa di Halmahera Tengah dalam Angka

Membaca Desa di Tengah Riuh Pilkades

Faizal Ikbal

Memotret Pilkades Pada Ruang Kemandirian

Dalam konteks tersebut, Pilkades perlu dibaca secara lebih hati-hati. Pilkades bukan sekadar memilih kepala desa, melainkan menentukan arah kebijakan desa ke depan.

Pertanyaannya bukan lagi siapa yang terpilih, melainkan apakah kepemimpinan baru mampu mendorong desa keluar dari ketergantungan fiskal.

Data IDM dan struktur PADes memberikan peringatan yang cukup jelas. Tantangan utama desa-desa di Halmahera Tengah bukan kekurangan anggaran, melainkan kemampuan meramu strategi yang konsisten untuk membangun kemandirian ekonomi.

Karena itu, baik pemilih maupun calon kepala desa perlu menjadikan isu kemandirian desa sebagai bagian dari perdebatan publik.

Ajakan untuk membaca desa secara lebih jernih di tengah riak-riuk wacana Pilkades adalah keharusan. Data menunjukkan bahwa desa-desa kita masih menghadapi persoalan mendasar dalam membangun kemandirian, meskipun aktivitas pembangunan terus berlangsung.

Jika kita menginginkan Pilkades menjadi momentum perubahan, maka diskursus tentang kemandirian desa yang tercermin melalui PADes dan ketahanan ekonomi perlu ditempatkan di pusat perhatian. Tanpa itu, Pilkades akan terus berulang sebagai rutinitas politik, sementara desa berjalan tanpa lompatan berarti dan tetap sakit. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...